Monitoring Pembinaan dan Kesehatan Jiwa WBP, Tim Ditjenpas dan FKUI Apresiasi Karya Batik WBP

    Monitoring Pembinaan dan Kesehatan Jiwa WBP, Tim Ditjenpas dan FKUI Apresiasi Karya Batik WBP
    NUSAKAMBANGAN – Sebagai rangkaian lanjutan kegiatan Penguatan Kapasitas Petugas Rumah Sakit Pemasyarakatan Nusakambangan, tim dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Direktorat Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi (Dirkeswathab) bersama tim Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melaksanakan kegiatan monitoring di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan pada Selasa, 28 April 2026 pukul 15.30 WIB hingga selesai.

    NUSAKAMBANGAN – Sebagai rangkaian lanjutan kegiatan Penguatan Kapasitas Petugas Rumah Sakit Pemasyarakatan Nusakambangan, tim dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Direktorat Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi (Dirkeswathab) bersama tim Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melaksanakan kegiatan monitoring di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan Nusakambangan pada Selasa, 28 April 2026 pukul 15.30 WIB hingga selesai.

    Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya dalam aspek layanan kesehatan jiwa, serta memastikan implementasi hasil penguatan kapasitas petugas yang telah diberikan sebelumnya dapat berjalan secara optimal di lapangan.

    Rombongan tim Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dipimpin oleh Oke Tri Komaladewi (Pj. Bidang Perawatan Mental) dan dr. Filly Mirawani (Dokter Ahli Pertama), sementara tim FKUI turut menghadirkan Dr.dr. Natalia Widiasih R., Sp.KJ(K)., M.Pd.Ked (Divisi Psikiatri Forensik FKUI) serta narasumber internasional Prof. Dr. Corine de Ruiter, Ph.D.

    Dalam pelaksanaannya, rombongan didampingi oleh jajaran Lapas Permisan, yakni Johanes Agus Mijanto, S.H. (Kasi Giatja) dan Adhika Yovaldi Salas, S.Tr.Pas (Kasubsi Bimkemaswat) yang secara langsung mengampu dan mendampingi Prof. Corine selama kegiatan berlangsung.

    Tim melakukan observasi terhadap berbagai program pembinaan yang berjalan, termasuk pendekatan penanganan WBP dengan permasalahan kesehatan mental. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi untuk memastikan bahwa layanan kesehatan jiwa di lingkungan pemasyarakatan telah berjalan secara humanis, profesional, dan berbasis kebutuhan individu WBP.

    Dalam kesempatan tersebut, Prof. Corine de Ruiter bersama rombongan juga meninjau workshop batik yang merupakan salah satu program unggulan pembinaan kemandirian di Lapas Permisan. Rombongan menyaksikan secara langsung proses pembuatan batik oleh WBP, mulai dari perancangan motif hingga proses pewarnaan.

    Prof. Corine memberikan apresiasi terhadap kualitas dan kreativitas karya yang dihasilkan oleh WBP. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap hasil pembinaan tersebut, beliau bersama rombongan turut membeli produk batik hasil karya WBP Lapas Permisan, yang tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga nilai ekonomi sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan.

    Dalam keterangannya, Prof. Corine menyampaikan:
    “Pendekatan pembinaan yang mengintegrasikan kesehatan jiwa dengan kegiatan produktif seperti ini sangat penting. Selain membantu proses pemulihan, kegiatan ini juga memberikan rasa percaya diri dan harapan bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat.”

    Kegiatan ini menegaskan bahwa proses pemasyarakatan modern tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial melalui pendekatan yang humanis dan berbasis ilmu pengetahuan.

    Melalui monitoring ini, diharapkan tercipta penguatan kebijakan serta peningkatan kualitas layanan kesehatan jiwa di lingkungan pemasyarakatan, sehingga WBP dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang sehat, produktif, dan tidak mengulangi tindak pidana.

    Lapas Permisan, sebagai bagian dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang humanis, profesional, dan berkelanjutan demi mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih baik untuk Indonesia.

    Adhika Yovaldi Salas

    Adhika Yovaldi Salas

    Artikel Sebelumnya

    Lapas Permisan Laksanakan Razia Rutin Kamar...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Lapas Permisan Laksanakan Razia Rutin Kamar Hunian, Wujudkan Keamanan dan Ketertiban Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban terus ditegakkan.
    Panglima TNI Terima Penghargaan Adhibhakti Sanapati dan Berikan Ceramah Umum di BSSN
    Tingkatkan Kapasitas SDM, Petugas Lapas Permisan Ikuti Peningkatan Kapasitas Petugas dalam Layanan Kesehatan Jiwa dan Pengembangan Correctional Institute
    TMMD Ke-128 Kodim 1710/Mimika Gunakan Kayu Besi Berkualitas untuk Bangun Rumah Layak Huni di Kampung Keakwa
    Tanamkan Semangat Disiplin dan Jiwa Bela Negara, Personel Lanud Sjamsudin Noor Hadir Humanis di BPSDMD Kalsel Pada Latsar CPNS KPU 2026

    Ikuti Kami